0

Misteri Cherry Village (part.1)

anime

“Hai teman teman, namaku Rini Hajime! Atau panggil saja Rini/Rin! Aku tinggal di Fruit Town. Aku mau menceritakan pengalamanku saat pergi ke rumah tanteku. Penasaran ama ceritanya? Ayo dengar ceritanya!”

Liburan sudah tiba. Yaitu, Libur Summer alias musim panas. Aku dan sahabatku, Viola dan Violet, akan pergi menuju peternakan tanteku di Cherry Village atau desa Cherry. Oh ya, Viola dan Violet itu anak kembar lho!

“Rini!! Viola!! Ayo! Nanti kesiangan!”Seru Violet.

“iya!! Sabaran dikit dong!” Omel Viola. Aku hanya tersenyum tipis melihat saudara kembar yang berbeda sifat itu.

Violet, anak yang pintar dan disiplin. Berbeda dengan Viola yang pemalas.

“Ibu.. Aku berangkat dulu ya! Mungkin kita pulang hari Minggu, jadi nginap 1 minggu ya.” Aku bersalaman dengan ibuku.

“Iya sayang.. Hati-hati ya..” Ujar ibuku sambil melambaikan tangan. Aku dan dua sahabatku itu mengayuh sepeda masing-masing. Jarak dari rumahku menuju Cherry Village lumayan dekat. Karena rumah kami bertiga berada di ujung kota.

10 menit kemudian, kami sampai di Cherry Village. Terlihat lambang peternakan tanteku yang bernama ‘Cherry Farm’. Di depan peternakan, terlihat seorang perepuan yang sebaya dengan kami bertiga. Kami pun menghampirinya.

“Hello my cousin. This is my friends, Viola and Violet. Viola, Violet.. This is my cousin, Jeany.”; Aku memperkenalkan sepupuku itu dengan logat inggris.

“Hy Viola, Violet. Um.. Kalian kembar ya??”Tanya Jeany.

“Yup! Kita ini kembar..” Jawab si kembar.

“Wow.. Oh ya! Ayo masuk.. Kita temui ibuku.”Kami berempat masuk ke peternakan. Ada sapi, ayam, kuda dan masih banyak lagi.

Di belakang peternakan, terlihat rumah tingkat 3 yang sangat luas. Itulah rumah tanteku yang bernama Lidya. Di belakang rumah tersebut, terdapat kebun tanteku.

“Ibu.. Rin sudah datang!!!” Seru Jeany. “Ayo masuk!”

Di dalam rumah, sudah ada seorang wanita yang sangat cantik. Itulah tante Lidya.

“Hello Rin. Hello Vio and Violet..” Sapa tante Lidya sambil tersenyum tipis. “;Ayo aku antar kalian ke kamar..”

Kami mengikuti tante Lidya menuju kamar kami di lantai 2. Di lantai 1, ada ruang makan, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, kantor dan lain sebagainya. Di lantai 2, ada kamar dan kamar mandi. Dan di lantai 3, hanya ada gudang.

”Ini kamar kalian. Kalau mau berjalan-jalan silahkan.. Oh ya, tante pergi ke kota dulu ya.. Ada urusan sebentar. Mungkin, nanti malam akan pulang. Kalian di sini bersama kakaknya Jeany dan Mbak Novi ya..” Jelas tante Lidya panjang lebar.

“Ok, tante!” seru kami bertiga,sementara Jeany hanya mengangguk-angguk. Tante Lidya segera berangkat menuju kota.

“oh ya, Jeany.. Mbak Novi itu siapa?” tanya Viola.

“Oh.. Mbak Novi itu temannya kakakku.. Ia dan kakakku sedang berjalan-jalan” Jawab Jeany.

“Mm.. Nama kakakmu itu siapa ya??”Sekarang, giliran Violet yang bertanya.

“Jean. Itu namanya..”Jawab Jeany singkat. Eh, jalan-jalan yuk! Aku bosan di sini”

“Ayo!” Tanpa ba-bi-bu lagi, kami segera pergi berjalan-jalan di peternakan tante Lidya. Kami pergi ke tempat yang berbeda-beda.

Aku pergi ke kandang kuda, si kembar pergi ke kebun teh, dan Jeany pergi ke kandang ayam.

Di kandang kuda, aku bertemu kakak Jeany, Jean dan temannya Novi.

“Oh! Hai Rin. Nice too meet you..” sapa kak Jean. “Nov, ini adek sepupuku, Rini Hajime, panggil saja Rini atau Rin” Kak Jean memperkenalkanku pada kak Novi.

“Hy Rini.. Nice too meet you!” Ujar kak Novi. Aku hanya tersenyum.

“Kak Jean.. Aku boleh naikin kudanya gak?”; tanyaku. Aku itu bisa berkuda lho! Aku juga mempunyai kuda di sini. Namanya Blackforest atau Black.

“tentu! Oh ya, Rin.. Black ada di kandang no 2.” Jawab kak Jane. Aku mengangguk setuju.

Aku mencari kandang dengan nomor 2. Kandang no.2 berada di tengah-tengah kandang. Karena, nomornya tidak di urutkan.

“Black!!”Seruku saat melihat Blackforest. Black pun meringkik dengan keras. Aku segera memasang pelana dan naik ke atas Black.

“Ayo kita berjalan-jalan, Black!!” Seruku kegirangan. Aku dan Black berlari menuju sebuah menara yang sudah sangat tua. Kami beristirahat sejenak di bawah menara tersebut.

Tiba-tiba, sebuah buku jatuh dari atas dan mengenaiku. untung aku memakai helm. Aku mengamabil buku tersebut.

“The Legend Of Cherry Village”Aku membaca judul buku tersebut lalu melihat ke atas. “Sepertinya.. Menara ini adalah sebuah perpustakaan yang sudah tidak terpakai lagi.”Pikirku. “Hah! Sudahlah, ayo kita kembali!” Aku dan Black pun kembali menuju peternakan.

Di belakang peternakan, terlihat si kembar sedang memetik daun teh. Aku pun ikut membantu si kembar dan petani teh yang sedang asyik memetik daun teh.

“Hello si kembar! Lihat, apa yang aku temukan!”Seruku sambil mengangkat buku yang kutemukan tadi. Para petani teh yang melihatku terkejut melihat buku tersebut. Seakan pernah membaca buku tersebut.

“Apa ini?? Wah! Buku tua!!” Seru Violet bersemangat.

“Ada apa ya tan??”Tanya Viola yang keheranan melihat wajah seorang petani yang sedang melotot ketakutan melihat buku tersebut.

“Ah.. Tidak apa-apa kok!”Jawab petani itu. “Hanya kaget, karena sudah lama tidak melihat buku itu…”

“Ohh. Ya udah, ayo kembar.. Kita cari Jeany.” Aku menunggangi Black dan memacunya kembali menuju kandang.

Setelah dari kandang, aku mencari si kembar dan menemukannya di bagian kandang ayam. Jeany, kak Jean dan kak Novi juga sudah ada di sana.

“Kak Jean!! Jeany!! Kak Novi!! Apa kalian tahu tentang buku ini??”Tanyaku sambil memberikan buku tua yang tadi kutemukan. Aneh, seketika wajah kak Jean dan kak Novi berubah warna menjadi pucat.

“Ada ap..?”Belum selesai bicara, mulutku sudah di tutup oleh tangan kak Jean. “kita bicara di dalam…”bisik kak Jean. Kami segera menuju rumah tante Lidya.

“Ada apa sih kak??” Tanya Jeany.

“Ssst!! Sebenarnya, buku ini adalah buku yang mengisahkan kisah buruk tentang desa ini..” Jelas Kak Novi.

“Jadi, dahulu kala….”

 

——————Bersambung-^_^-Part-2———————

Iklan
0

Boleh Tahu

– Orang yang memiliki berat 90 KG di Bumi akan memiliki berat 34 KG di Mars.

– Cahaya dari matahari bisa mencapai bumi hanya dalam waktu 8 menit.

– Cahaya dari Bumi untuk sampai ke Bulan hanya membutuhkan waktu 1, 255 detik

– Negara penghasil pisang terbesar adalah India

– Memberikan seseorang sekeranjang mangga adalah tanda persahabatan.

– Beberapa jenis tanaman bambu bisa tumbuh hampir satu meter per hari

– Kebanyakan debu di rumah kita adalah sisa-sisa kulit mati

– Kangguru jago melompat, tapi ia tidak bisa berjalan mundur.

– Udang pistol menangkap mangsanya dengan mengejutkannya melalui bunyi benturan keras dari cakarnya.

– Semut dengan tubuh transparan dapat berubahh warnanya sesuai dengan warna makanan yang mereka makan.

Sumber: Majalah Bobo

0

keinginan terwujud

Tadi sore, tepatnya tgl 12-9-14 jam 16:30/setengah lima. sore ini, ibuku mendapat telepon dari muffin graphics. dan mengatakan aku sudah menerbitkan sebuah buku, yang berjudul Peri Tersembunyi. jadi, kalau sudah si terbitkan beli ya…^_^/.

0

Berbuka puasa dengan puding pepaya/Breaking the fast with papaya pudding

Berbuka puasalah dengan yang manis, begitu saran ahli gizi. Puding pepaya ini bisa jadi pilihan. Yuk, kita membuatnya!

Bahan-bahan:

1. 1 pepaya yg sudah matang
2. 1 bungkus agar-agar bubuk
3. 1 pak kecil santan instan
4. 1/4 sendok teh garam
5. 1 gelas air
6. 7 sendok makan gula (atau secukupnya)

Cara membuat:

1. Kupas pepaya. belah pepaya menjadi 2 bagian memanjang. kerok sedikit bagian dalamnya agar permukaan pepaya bersih dan cekungannya lebih dalam.
2. Sekarang kita buat pudingnya. masukkan agar-agar,gula,santan,garam dan air ke dalam panci. masak adonan itu sampai mendidihdan agak mengental.
3. Tuang adonan ke dalam cekungan pepaya sampai penuh. setelah dingin, masukkan pepaya ke dalam kulkas.
4. stt… saatnya berbuka puasa sudah hampir tiba. ayo, keluarkan puding pepaya dari kuljas lalu potong-potong.

Hmm… puding pepaya ini siap menyegarkannmu setelah berpuasa seharian!

Inggris:
Break your fast with a sweet, so nutritionists advice. The papaya pudding could be an option. Let’s make it!

Ingredients:

1. 1 ripe papaya reply
2. 1 packet gelatin powder
3. 1 small pack of instant milk
4. 1/4 teaspoon salt
5. 1 cup water
6. 7 tablespoons sugar (or to taste)

How to make:

1. Peel the papaya. papaya split into 2 halves lengthwise. scrape a little part of it so that the surface is clean and cekungannya papaya deeper.
2. Now we make the pudding. enter gelatin, sugar, coconut milk, salt and water to the pan. mendidihdan cook the dough until slightly thickened.
3. Pour mixture into papaya basin to the brim. when cool, put papaya into the refrigerator.
4. Stt … it’s time to break the fast is almost here. Come on, remove the pudding from kuljas papaya and cut into pieces.

Hmm … papaya pudding is ready menyegarkannmu after fasting all day! ^ _ ^

1

Paket Tour

Hai semua nya… ada kabar bagus nih buat kalian semua… ada yg ingin liburan ke Bali atau Indonesia? wahhh… kalau ada yg seperti itu ini adalah kabar bagus buat kalian karena kalian bisa jalan-jalan ke Bali,Jawa dan tempat-tempat lain di Indonesia… kalian bisa memesan travel di sini, yaitu di Rasyanda Tour.. untuk memesan travel dan informasi lebih banyak silahkan hubungi: bapak Rudi Sasmita(Rudi) dengan nomor telepon: +62 361 7890623  or  +62 8123666162 or  +62 85333873875  . dan yg punya bbm silahkan invite pin bb: 23BE56D0. kami tunggu ya…

Hi all … i have good news, if you want to take a holiday to Bali or Indonesia, you can book travel here, namely in Rasyanda Tour .. to order travel and more information please contact: Mr. Rudi Sasmita (Rudi). Phone number: +62-361-7890623 or +62 8123666162 or +62-8533 387 3875. and just invite bbm (pin bb: 23BE56D0).

0

Pohon terbesar di dunia

 Pohon yang paling besar di dunia adalah pohon cedar ( disebut juga General Sherman ) yang ada di California, tepatnya ada di Taman Nasional Redwood.

 

Tinggi pohon ini sekitar 84 m, diameter batangnya 11m, dan lingkar terbesarnya 31m, lalu ketebalan kulitnya sekitar 61 cm. Karena pohon ini sangat besar, bagian bawahnya bisa dilewati mobil.